Thursday, February 7, 2008

FETISH 4U

It’s a private party! Temanya sih begitu. Yang boleh datang hanya ‘undangan’ saja. Entah via sms atau via telepon. Tak ada flyer atau poster yang disebar, apalagi pake iklan di media massa. Wah, bukan private party lagi dong namanya. Tapi jangan khawatir, yang tidak mendapatkan undangan pun, bisa datang kok. Asal, ada temen member-face atau regular-guest yang ngajak join. Dijamin boleh ikutan kok!

Tema sih boleh private party, tapi sebenarnya, acara Fetish 4U ini adalah event reguler yang biasa digelar sekali dalam seminggu. Hari yang biasa dipilih pun, Senin. See…? Senin kerap dijadikan sebagai hari spesial bagi sejumlah klab yang punya event-event spesial. Mungkin karena Sabtu-Minggu-nya libur. Sebagian orang memilih jalan-jalan bersama keluarga sementara yang hobi dugem menghabiskan waktunya di cafĂ© atau diskotek trendsetter, makanya Senin adalah hari alternatif yang menjanjikan. Tapi dengan satu catatan : acaranya mesti beda 180 derajat, menarik, dan 'wajib' nggak basi.

Fetish 4U adalah salah satunya. Dari temanya aja, udah kebayang bakal seperti apa isi acaranya. Yang pasti, jualan utamanya : wild-things. Pokoknya, adult-contents deh! Khusus untuk 18+. Pantas saja, dua kali gue nyempetin diri datang ke klab berinisial “R” yang ada di kawasan Pertama Hijau itu, undangan yang datang rata-rata berumur 25 tahun ke atas. Kebanyakan dari para profesional dan kalangan berduit.

Baru juga duduk, tamu udah disuguhi 6 striper yang menyuguhkan liukan-liukan indah. Tidak saja cuma menari tapi sekaligus menawarkan atraksi interaktif dengan tamu. Tapi ini hanya show pembuka. Kalo dalam terminologi perjamuan makan, ini adalah tahap appetizer-nya. Maincourse-nya? 20 gadis cantik yang “bershopping mal” di area klab. Mereka ini sebagian besar adalah para foto model yang wajah dan tubuh seksinya kerap terpampang di majalah atau tabloid untuk laki-laki.

Dalam aksinya, mereka dibiarkan bergabung dari meja ke meja yang sudah diboking oleh tamu (laki-laki, tentunya). Dari sekedar menemani minum sampai berjoget ria (kalo perlu beringkrak-jingkrak di atas meja) mengikuti musik DJ. Cuma itu? Pastinya, masih ada babak lanjutan. Para gadis itu, biasanya ditemani seorang broker yang bertugas sebagai fasilitator. For what? Ya, apa lagi kalau bukan buat urusan negosiasi harga. Maksudnya? Ya, gitu deh…para gadis itu sebenarnya sengaja dihadirkan di klab sebagai ‘barang lelang’. Bandrol harga yang dipatok antara Rp. 5-10 juta. Tamu laki-laki yang berhasil menego harga, bisa membawa pulang gadis-gadis itu. That’s it! Makanya, tema Fetish 4U kerap diartikan sebagai event ‘lelang cewek’.

Aduuuh…gue nggak ngebayang berapa duit yang harus dihabiskan untuk bisa mengikuti pesta Fetish 4U itu sampai abis (dan sukses)? Untuk biaya minum plus F&B aja pasti nggak kurang dari Rp.1-2 juta (kecuali nggak buka botol yup!). Belum lagi kalo sampe menego ceweknya. Rasa-rasanya, modal yang diperlukan –paling sedikit— nggak kurang dari Rp. 5 juta. Kecuali memang sengaja datang cuma buat nonton doang. Weleh-Weleh-Weleh…!!! Cape’ deh….@

1 comments:

arthur said...

nak gak punya duit, gak bisa ikut ya...gak bisa gitu dibayar pake pisang