Sebuah ide, bisa datang dengan sangat tiba-tiba dan tanpa sengaja. Jadi tidaklah salah, kalau ada ungkapan yang menyebutkan : ide itu ada dimana-mana dan nggak ada habisnya. Seperti halnya judul Belilah Aku Jadi Pacarmu yang muncul begitu saja ketika gue lagi di Jogyakarta dan ngobrol selama 2 jam di telepon dengan seorang cewek dari Jakarta.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, begitu kelar nelpon, gue langsung membuat draft cerita Belilah Aku Jadi Pacarmu. Ya, kira-kira ceritanya akan bermuara pada kisah cewek-cewek yang hidup di Jakarta yang punya gaya hidup “hi-class” dan punya segudang perilaku unik. Salah satunya adalah perilaku yang menganut paham ala “escort” dalam hal pacaran (relationship). Artinya, pacaran hanyalah sebuah symbol belaka dan ujung-ujungnya tetap berbuntut pada urusan “uang”.
Dalam alurnya, akan ada muncul sejumlah tokoh cewek yang notabene “No money, No pacaran”, atau “No Hermes, No pacaran”. Akan muncul juga tokoh cowok yang demi gengsi dan prestige rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar hanya untuk mendapatkan “pacar” yang layak ditenteng dan dipamerin dimana-mana.
Ceritanya akan dibuat bergaya “cosmopolitan”. Kiblatnya kira-kira nggak jauh dari serial televisi “Sex and the City” dengan tokoh fenomenalnya : Sarah Jessica Parker.
Tadinya, judul Belilah Aku Jadi Pacarmu ini akan gue buat jadi satu artikel lepas di salah majalah Ibukota. Tapi, ternyata….dari buzz on buzz yang gue lakukan dan respon yang masuk, akhirnya gue memutuskan untuk menjadikannya sebagai buku dan film.
“Judulnya asyik banget !!!” seru Krishto Damar Alam. Dan komen itu juga di-amini sejumlah temen gue.
Thank’s God ! Semoga buku dan filmnya bisa secepatnya direalisasikan.
Wednesday, May 28, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
.jpg)
0 comments:
Post a Comment