Thursday, September 18, 2008

Memuja Sepi Lagi



Selepas malam menggelayut gelap.
Sepiku merambah bayangmu. Beranjak pekat dalam kubang rindu
yang tiba-tiba menghanyutkanku.
Untuk mendesiskan namamu,dan mencipta wajahmu seketika.
Tapi kenapa hanya kosong yang kudekap.
Jejak rinduku berkelok pongah di ujung keakuannya.
Tanda cintamu masih saja berpihak pada langit semu.
Memaksa rinduku menepi dalam basi.

Sepertinya, tak ada yang tersisa dariku selain rasa yang menjerit dalam bejana asa
yang merapal sedih.
Mata terantuk kosong, bibir kelu tanpa sapa.
Dan sekujur tubuh lunglai dalam dalam kepasrahan pilu.
Mungkinkah semua akan menciumi kefanaan dan berakhir sia-sia?
Jika iya, lebih aku pergi dan memuja sepi untuk kesekian kalinya.

Wednesday, September 17, 2008

TUMPANG TINDIH (Kolor in The City)



Pengantar ala kadarnya…

Mengumpulkan dan meng-update file-file yang tercecer. Itulah yang melatarbelakangi terbitnya buku ini. Coretan atau tulisan ---apapun itu bentuknya, buat saya adalah sebuah ide. Makanya, ketika saya membuka-buka lagi file-lama yang tersimpan rapi di hard-disk komputer dan laptop, tiba-tiba telontar keinginan untuk menjadikannya sebagai sebuah buku.

Yang pasti, keinginan itu datang begitu saja. Awalnya, iseng-iseng saya membaca tiga tulisan saya yang berjudul Bra 36#O, Mak Ero Vs Mak Irit, Nude Server Party dan L’sbian Package. Ketiga tulisan saya ini pernah dimuat di kolom Seduction With Emka di majalah Male Emporium (ME) tahun 2006. Lalu, saya mulai menggabungkannya dengan beberapa tulisan yang tercecer di beberapa folder lain.

Keranjingan menulis untuk posting di web dan blog, membawa angin segar buat gue. Paling tidak, gue bisa memuntahkan semua yang ada di kepala gue dengan bebas, entah bentuknya sekadar uneg-uneg, curhat, gosip bahkan sampai menukik pada persoalan gaya hidup yang tengah jadi tren.

Well, ternyata ada banyak banget tulisan yang berhasil saya kumpulkan. Kalau dihitung-hitung, totalnya lebih dari 40-50. Makanya, daripada terbuang dengan percuma (kok jadi inget dengan “buang tai macan” yang jadi hobi sejumlah lelaki yang biasa jajan di prostitusi), tulisan yang tercerai berai itu coba gue kawinkan dalam satu buku. Biar nggak basi, tetap [up] to [date] dan setidaknya enak untuk dinikmati sebagai bacaan ringan yang informatif –syukur-syukur inspiratif, gue melakukan tambal sulam disana-sini.

p.s : Buku TUMPANG TINDIH (Kolor in The City) karya MOAMMAR EMKA akan rilis sekitar akhir Oktober 2008.

Monday, September 15, 2008

RAMADHAN SPIRIT




From Makasar With Love and
Rock ‘n Roll…


ADA musik, talkshow dan siraman rohani. Tiga paket itu, alhamdulilah, berjalan lancar saat gue ikut berpartisipasi dalam Ramadhan Spirit dari Makasar ke Pare-Pare yang diprakarsai rokok ClasMild. Ajang pelaksanaan acara itu dipusatkan di lima kampus yang terdapat di Makasar dan Pare-Pare. Diantaranya Universitas Hasanuddin, Universitan Negeri Makasar dan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam (STAIN) Pare-Pare.
Yang bikin beda dan sensional, gue bisa berkolaborasi dengan musisi dan penyanyi berlabel “OK’s B ANGET” seperti Abdee Slank, Andy Rif, Kreshna (ex-Ada Band) Tia Afi, dan John Paul Ivan (ex-Boomerang). Tak ketinggalan, Tashea & Pain Killer yang “ngerock abissss…”.

Tentu saja, gue tidak berunjuk vokal atau bermain salah satu alat musik. Seperti biasa, gue hanya unjuk gigi dengan menyampaikan “Kulum” alias Kuliah Umum dengan tema berkisar gaya hidup dan kehidupan remang-remang di kota besar. Karena mengusung tema Ramadhan Spirit, gue lebih banyak berbicara seputar beratnya cobaan dan godaan berpuasa di tengah maraknya industri hiburan di kota besar. Mulai dari budaya ngemal, kafe, karaoke, sampai liarnya sex-entertainment yang tetap “buka” secara blak-blakan di bulan puasa. Gue nggak sendirian dong. Ada Ustadz yang mendampingi gue selama menyampaikan talkshow bergaya kuliah umum.

Well, meskipun capek dan rada-rada “encok-pegel-linu”, gue seneng banget dan bersyukur bisa ikut join di acara Ramadhan Spirit itu. Banyak pengalaman menarik yang bisa gue dapatin. Selain bisa ber-ibadah, bersilaturahmi dan berdialog dengan mahasiswa, yang pasti…gue bisa punya waktu buat buka puasa, sahur plus ketawa-ketiwi dan ngobrol ngalur ngidul sama Abdee, Andy, Kreshna dan Tia.

“Hai, brur Abdee, mas Kreshna, mas Andy. Mie Ti Tie nya enak euy, hahahaha…”

Dan..

“Hai, Tia…kok jadi inget lagumu yang Tulus itu tuh : ….‘karena engkau, telah jadi miliknya’. Daleeeemmmm bangets..!!”

Eit, satu lagi, gue jadi banyak temen-temen baru dari ClasMild.

“Hai, Wenny…! Ternyata ya, kita udah kenal lama banget dan baru sekarang kita ‘gawe bareng’…”

Ajaibnya lagi, di tengah mengandung lima bulan, Weny tetap bersemangat tanpa ampun menjadi show-director di lima kampus. Bravo !!!!